Lebaran atau Idulfitri adalah hari besar umat Islam yang dirayakan dengan penuh suka cita di berbagai belahan dunia. Setiap negara memiliki tradisi lebaran yang unik dan berbeda dalam menyambut hari kemenangan ini. Mulai dari kebiasaan kuliner, kegiatan sosial, hingga festival khas, perayaan Idulfitri menjadi bagian dari budaya yang terus diwariskan turun-temurun.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 tradisi Lebaran terunik di dunia yang menarik dan berbeda dari yang biasa kita lihat di Indonesia.
Meriam Karbit: Tradisi Lebaran di Indonesia

Di Indonesia, terutama di daerah Sumatera Barat dan Kalimantan, tradisi menyambut Lebaran dilakukan dengan cara menyalakan Meriam Karbit. Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan terus dilestarikan sebagai bagian dari perayaan Idulfitri.
Cara Kerja Meriam Karbit
Meriam ini dibuat dari batang kayu besar atau pipa besi yang diisi karbit (kalsium karbida). Ketika karbit dicampur dengan air, reaksi kimia yang terjadi akan menghasilkan gas asetilena yang mudah terbakar. Saat dinyalakan, meriam akan mengeluarkan suara dentuman keras yang menggema.
Makna dan Filosofi Tradisi Ini
Banyak masyarakat percaya bahwa suara meriam yang menggema bisa mengusir roh jahat. Selain itu, tradisi ini juga menjadi ajang kebersamaan dan hiburan bagi warga yang merayakan Lebaran.
Maamoul, Kue Lebaran yang Legendaris dan Tradisi Lebaran

Di Lebanon, Idulfitri tidak lengkap tanpa keberadaan Maamoul, yaitu kue khas berbentuk kecil yang diisi dengan kurma, kacang, atau kenari. Kue ini biasanya memiliki bentuk unik dengan motif ukiran yang dibuat menggunakan cetakan kayu khusus.
Proses Pembuatan Maamoul
Pembuatan Maamoul menjadi tradisi keluarga yang mempererat hubungan antaranggota keluarga. Biasanya, para ibu dan nenek berkumpul untuk membuat kue ini beberapa hari sebelum Lebaran.
Tradisi Berbagi Kue
Saat Lebaran tiba, Maamoul akan disajikan kepada tamu yang datang berkunjung. Kue ini juga sering dibagikan kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk silaturahmi.
Tradisi Lebaran, Ziarah Kubur di Turki: Menghormati Leluhur

Di Turki, masyarakat memiliki tradisi unik saat Lebaran, yaitu berziarah ke makam keluarga sebelum melaksanakan salat Idulfitri.
Membersihkan dan Mendoakan Makam
Saat ziarah, keluarga membersihkan makam, menaburkan bunga, serta membacakan doa dan ayat suci Al-Qur’an untuk mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia.
Makna Tradisi Ini
Tradisi ini mencerminkan penghormatan yang tinggi terhadap leluhur serta mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.
Tradisi Lebaran, Duit Raya di Malaysia: Berbagi Rezeki dengan Amplop Hijau

Di Malaysia, terdapat tradisi Duit Raya, yang mirip dengan angpao di Tiongkok. Para orang tua, saudara yang lebih tua, dan orang-orang yang lebih mapan secara finansial akan membagikan uang dalam amplop kecil kepada anak-anak dan kerabat.
Warna Hijau yang Ikonik
Amplop yang digunakan biasanya berwarna hijau dengan desain motif khas Islam. Warna hijau melambangkan keberkahan dan kesejahteraan dalam Islam.
Makna di Balik Duit Raya
Duit Raya bukan hanya sekadar pemberian uang, tetapi juga simbol berbagi rezeki dan kebahagiaan di hari Lebaran.
Tradisi Lebaran: Festival Makanan Manis di Pakistan

Di Pakistan, Idulfitri dirayakan dengan tradisi Festival Makanan Manis, di mana setiap keluarga menyajikan berbagai hidangan penutup khas. Salah satu yang paling populer adalah Sheer Khurma, sejenis bubur susu yang dibuat dari bihun, kurma, dan kacang-kacangan.
Momen Berkumpul Keluarga
Hidangan ini biasanya disantap bersama keluarga di pagi hari sebelum memulai kunjungan ke rumah sanak saudara.
Makna dan Simbolisme
Festival makanan manis ini melambangkan rasa syukur atas rezeki yang diberikan selama bulan Ramadan dan menjadi cara untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Budaya dan Kebiasaan Masyarakat
Setiap negara memiliki cara unik dalam merayakan Idulfitri, mencerminkan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Dari Meriam Karbit di Indonesia yang menggelegar, hingga Sheer Khurma di Pakistan yang menggugah selera, semua tradisi ini memiliki satu kesamaan: mempererat tali persaudaraan dan berbagi kebahagiaan.
Lebaran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk berbagi, bersyukur, dan menjaga tradisi turun-temurun yang telah diwariskan oleh para leluhur. Dengan mengetahui tradisi Lebaran di berbagai negara, kita dapat semakin menghargai keberagaman budaya Islam di seluruh dunia.